Baby blues syndrome, atau sering juga disebut postpartum distress syndrome adalah perasaan sedih dan gundah yang dialami oleh sekitar
50-80% wanita setelah melahirkan bayinya. Baby blues terjadi karena tubuh
sedang mengadakan perubahan fisikal yang besar setelah anda melahirkan,
hormon-hormon dalam tubuh juga akan mengalami perubahan besar dan para ibu yang
mengalaminya baru saja melalui proses persalinan yang melelahkan. Semua ini
akan mempengaruhi perasaan penderita. “Baby blues itu sendiri adalah kondisi
yang sering terjadi dan menimpa hampir separuh kaum ibu.
Umumnya terjadi dalam
14 hari pertama setelah melahirkan, dan cenderung lebih buruk sekitar hari
ketiga atau keempat setelah persalinan. Baby blues terjadi karena setelah
proses melahirkan, tubuh akan mengalami perubahan fisik yang besar dan
hormon-hormon dalam tubuh juga mengalami perubahan yang besar”. Saat itu ibu sedang dalam kondisi lelah setelah melalui proses persalinan.
Semua ini akan memengaruhi perasaan si ibu.
Biasanya para ibu dipenuhi oleh perasaan kesedihan dan
depresi disertai dengan menangis tanpa sebab, mudah kesal, gampang tersinggung
dan tidak sabaran, tidak memiliki tenaga atau sedikit saja cemas, merasa
bersalah dan tidak berharga.
Para ibu dituntut harus sabar dengan dirinya
sendiri, mengerti bahwa semua perasaan yang dialaminya ini adalah normal, dan
dalam beberapa minggu segalanya akan terasa lebih baik untuk si ibu,” jelasnya.
Menjadi tidak tertarik dengan bayi anda atau menjadi terlalu memperhatikan dan
kuatir terhadap bayinya, mulai dari tidak percaya diri, sulit beristirahat
dengan tenang, peningkatan berat badan yang disertai dengan makan berlebihan,
penurunan berat badan yang disertai tidak mau makan, perasaan takut untuk
menyakiti diri sendiri atau bayinya. Jika setelah melahirkan Anda mengalami
berbagai kondisi dan perasaan di atas, maka besar kemungkinan Anda sedang
dilanda baby blues syndrome.
Misalnya saja seorang ibu yang mulai dari merasakan jahitan
bekas operasi Caesar yang sakit, si ibu menangis. Payudara membengkak pada
malam-malam, hal ini juga membuatnya menangis. Jauh dari suami karena kebijakan rumah sakit yang tidak
membolehkan keluarga menginap menunggu, begitu pun sampai rumah, si ibu akan
mengalami sensitif luar biasa, menjadi suka tiba-tiba mengalami sedih yang
tidak jelas. Dan terkadang sebagian besar para ibu tidak menyadari bahwa
dirinya terkena baby blues syndrome.
Penyebab Baby Blues Syndrome
Beberapa penyebab dari syndrome baby blues ini adalah adanya
perubahan hormonal. Pasca melahirkan terjadi penurunan kadar estrogen dan
progesterone yang drastis, dan juga disertai penurunan kadar hormon yang
dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang menyebabkan mudah lelah, penurunan mood,
dan perasaan tertekan.
Faktor fisik juga mempengaruhinya. Hadirnya si kecil dalam
keluarga menyebabkan pula perubahan ritme kehidupan sosial dalam keluarga,
terutama ibu. Mengasuh si kecil sepanjang siang dan malam sangat menguras
energi ibu, menyebabkan berkurangnya waktu istirahat, sehingga terjadi
penurunan ketahanan dalam menghadapi masalah.
Selain itu penyebab psikis mempengaruhi kecemasan terhadap
berbagai hal, seperti ketidakmampuan dalam mengurus si kecil, ketidak mampuan
mengatasi dalam berbagai permasalahan, rasa tidak percaya diri karena perubahan
bentuk tubuh dari sebelum hamil serta kurangnya perhatian keluarga terutama
suami ikut mempengaruhi terjadinya depresi.
Saat ini terutama sering kali menjadi faktor utama yakni
faktor sosial. Perubahan gaya hidup dengan peran sebagai ibu baru butuh
adaptasi. Rasa keterikatan yang sangat pada si kecil dan rasa dijauhi oleh
lingkungan juga berperan dalam depresi. Perasaan cemas yang berlebihan, sedih, murung, dan sering
menangis, seringkali merasa kelelahan dan sakit kepala dan perasaan
ketidakmampuan, misalnya dalam mengurus si kecil merupakan gejala dari syndrome
ini.
Seringkali ibu yang
pada awalnya mengalami baby blues syndrome kemudian berkembang menjadi lebih
lama dan lebih berat intensitasnya. Apabila gejala yang terjadi telah
mengganggu dalam melaksanakan tugas sehari-hari maka termasuk dalam kategori
depresi pasca melahirkan, biasanya lebih sering terjadi pada wanita dengan
riwayat depresi sebelumnya. Depresi pasca melahirkan disertai dengan
tanda-tanda: Kelelahan yang berkepanjangan, susah tidur, dan insomnia.
Hilangnya perasaan bahagia dan minat untuk melakukan hal-hal
yang menyenangkan. Tidak memperhatikan diri sendiri dan menarik diri dari
keluarga dan teman. Tidak memperhatikan atau bahkan perhatian yang berlebihan
pada si kecil. Perasaan takut telah menyakiti si kecil.
SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar